Jumat, 15 Januari 2021

24 jam sehari, berapa jam yang kita gunakan untuk ibadah? Kalo kita menjadikan hanya yang Mahdhah saja sebagai ibadah, mungkin hanya 1, 2, atau 3 jam saja yang kita gunakan untuk ibadah. Padahal tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allâh. Lantas solusinya bagaimana? 1. Berdoa sebelum melakukan aktivitas. 2. Niatkan aktivitas kita sebagai ibadah Bukankah sejak kecil kita sudah diajarkan doa sebelum tidur? Dengan berdoa sebelum tidur & meniatkan tidur kita untuk mengistirahatkan badan agar bisa kembali melakukan berbagai aktivitas & kewajiban kita, Insya Allâh tidur kita bernilai ibadah. "Sesungguhnya Allâh suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan Tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum” - HR Muslim - Hamba yang membaca hamdalah setelah makan adalah hamba yang tahu diri, itu makanan adalah rezeki dari Allâh. Dengan membaca basmallah sebelum makan, membaca hamdalah sesudahnya, meniatkan makan kita untuk menjadikan kita kembali bertenaga dalam menjalani tugas & kewajiban, Insya Allâh makan kita bernilai ibadah. Ketika seorang suami bekerja, hendaklah mengingat bahwa Allâh lah yang menyuruhnya memenuhi nafkah keluarga. Dengan demikian akan berusaha mencari rejeki yang halal, dan menjadikan pekerjaannya sebagai ibadah. Seorang istri yang mengurus berbagai pekerjaan rumah tangga, niatkan itu sebagai bentuk ketaatan kepada Allâh, maka lelahmu adalah ibadah. ----- Jika kemarin-kemarin sempet lupa, Semoga ini mengingatkan kita kembali untuk berusaha memaksimalkan 24 jam kita bernilai ibadah.


Selasa, 24 November 2020

Jawa vs Sunda. 🛠️ SiKasep, itulah nama tempat potong rambut langganan anakku. Kasep kalo di sunda itu artinya Tampan. Tapi kalo di Jawa, kasep itu artinya telat/terlanjur. Jawa & sunda itu banyak punya kesamaan kata. 1. Ada yang beda artinya, 2. Ada yang sama arti tapi beda tingkat kesopanan, 3. Ada yang sama persis artinya. - Contoh yang sama kata tapi beda arti: Gedang dalam bahasa Sunda artinya pepaya, dalam bahasa Jawa artinya pisang. Cokot dalam bahasa Sunda artinya ambil, bahasa Jawa artinya gigit. Sangu dalam bahasa Sunda artinya nasi, dalam bahasa jawa artinya bekal. Genep dalam bahasa Sunda artinya enam dalam bahasa Jawa genap atau lengkap. Amis dalam bahasa Sunda artinya manis, dalam bahasa Jawa anyir. Arep dalam bahasa Sunda berharap, bahasa Jawa artinya akan. Sampean dlm bahasa Sunda artinya kaki, dalam bahasa Jawa artinya Anda. Maruk artinya disangka (Sunda) , serakah (Jawa). Jeding artinya bibir jontor (Sunda) , kamar mandi (Jawa). Kendat artinya putus (Sunda), gantung diri ( bahasa Jawa). - Ada juga yang sama arti tapi beda tingkat kesopanan: Contohnya Dahar, artinya makan. Kalo di Jawa, itu kata yang sopan, buat ke orang yang lebih tua. Kalo di sunda, ke temen sendiri bilangnya Dahar. Dulu Pertema kali denger jadi kepingin ketawa sendiri, ke temen sendiri bilang Dahar. Contohnya lagi Lamun, artinya 'kalau'. Di Jawa, itu kata yang sopan. Di sunda, bahasa pergaulan teman sejawat. - Yang terakhir, kata yang di Jawa & sunda memiliki arti yang sama persis. Contohnya, Falasik, di Jawa maupun sunda, Falasik itu Ganteng.