
Selasa, 24 November 2020
Jawa vs Sunda. 🛠️ SiKasep, itulah nama tempat potong rambut langganan anakku. Kasep kalo di sunda itu artinya Tampan. Tapi kalo di Jawa, kasep itu artinya telat/terlanjur. Jawa & sunda itu banyak punya kesamaan kata. 1. Ada yang beda artinya, 2. Ada yang sama arti tapi beda tingkat kesopanan, 3. Ada yang sama persis artinya. - Contoh yang sama kata tapi beda arti: Gedang dalam bahasa Sunda artinya pepaya, dalam bahasa Jawa artinya pisang. Cokot dalam bahasa Sunda artinya ambil, bahasa Jawa artinya gigit. Sangu dalam bahasa Sunda artinya nasi, dalam bahasa jawa artinya bekal. Genep dalam bahasa Sunda artinya enam dalam bahasa Jawa genap atau lengkap. Amis dalam bahasa Sunda artinya manis, dalam bahasa Jawa anyir. Arep dalam bahasa Sunda berharap, bahasa Jawa artinya akan. Sampean dlm bahasa Sunda artinya kaki, dalam bahasa Jawa artinya Anda. Maruk artinya disangka (Sunda) , serakah (Jawa). Jeding artinya bibir jontor (Sunda) , kamar mandi (Jawa). Kendat artinya putus (Sunda), gantung diri ( bahasa Jawa). - Ada juga yang sama arti tapi beda tingkat kesopanan: Contohnya Dahar, artinya makan. Kalo di Jawa, itu kata yang sopan, buat ke orang yang lebih tua. Kalo di sunda, ke temen sendiri bilangnya Dahar. Dulu Pertema kali denger jadi kepingin ketawa sendiri, ke temen sendiri bilang Dahar. Contohnya lagi Lamun, artinya 'kalau'. Di Jawa, itu kata yang sopan. Di sunda, bahasa pergaulan teman sejawat. - Yang terakhir, kata yang di Jawa & sunda memiliki arti yang sama persis. Contohnya, Falasik, di Jawa maupun sunda, Falasik itu Ganteng.

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar